autostereotip
autostereotyping
Ringkasan Singkat
Internalisasi stereotip kelompok sendiri ke dalam konsep diri individu tersebut.
Autostereotip, atau yang dikenal juga sebagai self-stereotyping, adalah proses psikologis di mana seseorang mulai menerapkan ciri-ciri atau label yang umumnya dikaitkan dengan kelompok sosial mereka ke dalam identitas pribadi mereka sendiri. Hal ini sering terjadi sebagai bentuk identifikasi yang kuat terhadap kelompok asal (ingroup).
Sebagai contoh, jika sebuah kelompok etnis dianggap memiliki sifat pekerja keras, maka individu dari etnis tersebut mungkin akan memasukkan sifat 'pekerja keras' ke dalam konsep diri mereka hanya karena mereka adalah anggota kelompok tersebut. Hal ini dapat memperkuat kohesi kelompok namun juga bisa membatasi ekspresi diri individu jika stereotip yang diinternalisasi bersifat negatif.
Dalam psikologi sosial, autostereotip dipelajari untuk memahami bagaimana identitas sosial memengaruhi perilaku individu dan bagaimana prasangka dari luar dapat membentuk realitas internal seseorang.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- APA Dictionary of Psychology
- Hogg, M. A., & Abrams, D. (1988). Social Identifications
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.